Bela Riri Khasmita, Kuasa Hukum: Dia Bukan ART Nirina Zubir Tapi Ngekos

Kasus mafia tanah yang menimpa keluarga Nirina Zubir hingga kini masih bergulir di kepolisian. Kendati demikian baru-baru ini kuasa hukum tersangka Riri Khasmita membuka sebuah fakta baru yang mengejutkan publik.

Menurut Syakhruddin, sang kuasa hukum, Riri hanya anak kos di kediaman milik mendiang ibunda Nirina. Bahkan, pihak Riri memiliki bukti pembayaran penyewaan kos sejak tahun 2012 yang diharuskan membayar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta setiap bulannya.

"Riri bukan ART, dia anak kos di situ dia membayar kok. Ada bukti pembayarannya. Andaikan dia ART, pasti digaji, ini nggak. Dia malah membayar, berarti anak kos murni, cuma karena ibu ini selalu sendirian di tempat itu, kemudian ibu ini dan Riri selalu ada di situ awalnya disuruh beli makan sampai ada kedekatan sampai dipercaya urus surat-surat," kata Syakhruddin.

Dengan terperinci, Syakhruddin menuturkan kronologi awal pertemuan Riri dengan ibunda Nirina Zubir, Cut Indria Martini.

"Kalau dari klien saya, nggak begitu ya. Mungkin berawal karena orang tuanya tetanggaan, daripada di tempat lain, mending di situlah, karena orang tua saling kenal. Ya membayar, hingga dua bulan lalu masih bayar. Disekap di situ pun masih dipaksa membayar oleh keluarga Nirina," bebernya.

Menurut sang kuasa hukum, ibunda Nirina Zubir mempercayakan pengurusan surat akta tanah pada Riri karena telah dianggap sebagai anak dari almarhummah.

"Kalau anak angkat itu karena sudah ada hubungan baik, artinya pun sudah memberikan kesaksian bahwa Riri ini adalah anak kesayangan Ibu Cut. Kenapa timbul rasa sayang, tentu ada hubungan baik, sehingga segala sesuatu ada yang dipercayakan pada Riri Khasmita ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, kasus Nirina Zubir dan Riri Khasmita berawal dari pihaknya yang mengaku kehilangan enam properti yang diperkirakan mencapai Rp 17 miliar milik ibunda Nirina Zubir. Riri pun dimintai tolong untuk mengurus dokumen yang diduga hilang tersebut. Kendati demikian, alih-alih menolong, Riri dan suami justru membaliknamakan 6 dokumen tersebut menjadi milik pribadinya. (WS)

0 Komentar